• GEOFISIKA DALAM ILMU KEBUMIAN

    GEOFISIKA sebagai salah satu elemen / aspek dalam Ilmu Kebumian,dan perannya dalam.....

  • PENGOLAHAN DATA RESISTVITAS 2D

    Prosesing data lapangan dengan menggunakan Res2Dinv. Beberapa hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah .........

  • Geologi

    Geologi adalah salah satu dari ilmu kebumian yang terlibat dalam masalah-masalah kerak bumi, susunan dan sejarahnya. Sebagai salah satu.....

Tampilkan postingan dengan label GEOFISIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GEOFISIKA. Tampilkan semua postingan

PENGOLAHAN DATA RESISTVITAS 2D


Prosesing data lapangan dengan menggunakan Res2Dinv. Beberapa hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah :
a)      Data berupa nilai beda potensial (V) dari hasil pengukuran dan nilai besarnya kuat arus (I) yang diinjeksikan diolah menggunakan program Microsoft Excel untuk mendapatkan nilai faktor geometri (K)dan nilai resistivitas semu ( ).
b)      Data resistivitas semu ( ) hasil perhitungan, data datum point (dp), spasi elektroda (a), faktor pemisah elektroda (n), jumlah titik pengukuran, beda elevasi, dan posisi patok diinput ke program notepad dalam bentuk file dat.
c)      Setelah file data lapangan sudah berada dalam bentuk file dat dan mengikuti format data Res2Dinv, selanjutnya dilakukan inversi untuk menampilkan gambar penampang bawah permukaan daerah survei. Pada tahapan ini akan dilihat bagaimana sebaran variasi nilai-nilai resistivitas bawah permukaan daerah survei dari warna yang di berikan pada gambar penampang hasil pemrosesan.
Dari perbedaan nilai resistivitas inilah kita dapat menafsirkan pelapisan bawah permukaan dari daerah survei serta kedalaman setiap lapisan penyusun.
d)      Untuk menampilkan penampang konduktivitas bawah permukaan kita pilih display conductivity pada change display settings.

Untuk lebih lengkapnya silahkan di download.



Share:

GEOFISIKA DALAM ILMU KEBUMIAN

GEOFISIKA sebagai salah satu elemen / aspek dalam Ilmu Kebumian,
dan perannya dalam:
→ pemahaman fenomena alam
→ mitigasi bencana kebumian
→eksplorasi sumberdaya alam

Pertanyaan yang sering muncul kususnya dalam bidang pertambangan adalah

Apa yang kita lakukan jika kita ingin mengetahui isi / bagian dalam bumi ?

Tentu kita tidak dapat membelah bumi  seperti membelah buah apel kalau ingin mengetahui isi / bagian dalam bumi dan apabila dengan pengeboran pasti ada batas jangkauannya dan mahal. Pemboran terdalam di dunia kedalamannya hanya 12 km,sedangkan jari-jari bumi ~6400 km

Jadi bagaimana caranya ?

Kita perlu cara atau metodologi ilmiah untuk memperkirakan bagian dalam (interior) bumi dengan metoda tak langsung / indirect method.


Aplikasi teori / konsep FISIKA untuk mempelajari BUMI (khususnya bagian bumi padat) adalah sebagai berikut :
→Solid Earth Geophysics
→Applied Science

Untuk lebih lengkapnya silahkan download filenya di sini.

Sumber :

Dr. Hendra Grandis
Program Studi Teknik Geofisika
FTTM – ITB




Share:

GEOFISIKA


Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal. Dalam skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu untuk menentukan struktur bumi, secara lokal yaitu untuk eksplorasi mineral dan pertambangan termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi geoteknik (penentuan pondasi bangunan dll). Di Indonesia, ilmu ini dipelajari hampir di semua perguruan tinggi negeri yang ada. Biasaya geofisika masuk ke dalam fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), karena memerlukan dasar-dasar ilmu fisika yang kuat, atau ada juga yang memasukkannya ke dalam bagian dari Geologi. Saat ini, baik geofisika maupun geologi hampir menjadi suatu kesatuan yang tak terpisahkan Ilmu bumi. Bidang kajian ilmu geofisika meliputi meteorologi (udara), geofisika bumi padat dan oseanografi(laut). Beberapa contoh kajian dari geofisika bumi padat misalnya seismologi yang mempelajari gempabumi, ilmu tentang gunungapi (Gunung Berapi) atau volcanology, geodinamika yang mempelajari dinamika pergerakan lempeng-lempeng di bumi, dan eksplorasi seismik yang digunakan dalam pencarian hidrokarbon.

Metode-metode geofisika

Secara umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif. Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi. Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Medan alami yang dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktivitas bumi. Medan buatan dapat berupa ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya. Secara praktis, metode yang umum digunakan di dalam geofisika tampak seperti tabel di bawah ini:

Share:

METODE SEISMIK: BIAS DAN PANTUL

http://3.bp.blogspot.com/_of1Pv-uk_g0/
TOzkvQRdpwI/AAAAAAAAAEs/sXaFRUPDxq4
/s1600/attachment-48197-1dvy2yks.jpg
http://www.geophysik-munstermann.de/seismik-5.gif


Metode seismik merupakan salah satu bagian dari seismologi eksplorasi yang dikelompokkan dalam metode geofisika aktif, dimana pengukuran dilakukan dengan menggunakan ‘sumber’ seismic (palu, ledakan, dll). Setelah usikan diberikan, terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat ‘diperkirakan’ bentuk lapisan/struktur di dalam tanah.
Eksperimen seismik aktif pertama kali dilakukan pada tahun 1845 oleh Robert Mallet, yang oleh kebanyakan orang dikenal sebagai bapak seismologi instrumentasi. Mallet mengukur waktu transmisi gelombang seismik, yang dikenal sebagai gelombang permukaan, yang dibangkitkan oleh sebuah ledakan. Mallet meletakkan sebuah wadah kecil berisi merkuri pada beberapa jarak dari sumber ledakan dan mencatat waktu yang diperlukan oleh merkuri untuk be-riak. Pada tahun 1909, Andrija Mohorovicic menggunakan waktu jalar dari sumber gempa bumi untuk eksperimennya dan menemukan keberadaan bidang batas antara mantel dan kerak bumi yang sekarang disebut sebagai Moho.
Pemakaian awal observasi seismik untuk eksplorasi minyak dan mineral dimulai pada tahun 1920an. Teknik seismik refraksi digunakan secara intemsif di Iran untuk membatasi struktur yang mengandung minyak. Tetapi, sekarang seismik refleksi merupakan metode terbaik yang digunakan di dalam eksplorasi minyak bumi. Metode ini pertama kali didemonstrasikan di Oklahoma pada tahun 1921.
Seismik bias dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada tanah/batuan dari posisi sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada metode ini, gelombang yang terjadi setelah usikan pertama (first break) diabaikan, sehingga sebenarnya hanya data first break saja yang dibutuhkan. Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh sepat rambat gelombang dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang ada di dalam material dan dikenal sebagai parameter elastisitas.
Sedangkan dalam seismik pantul, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-gelombang yang terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan ‘echo sounding’ pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga dapat diekstrak dari bentuk dan amplitudo gelombang pantul yang direkam. Struktur bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama dengan seismik bias, yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium.
Perbandingan metode seismik dengan metode geofisika lainnya
Apabila dibandingkan dengan metode-metode gefisika lainnya, metode seismik memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan, yaitu:
Metode Seismik
Keunggulan
Kelemahan
Dapat mendeteksi variasi baik lateral maupun kedalaman dalam parameter fisis yang relevan, yaitu kecepatan seismik.
Banyaknya data yang dikumpulkan dalam sebuah survei akan sangat besar jika diinginkan data yang baik
Dapat menghasilkan citra kenampakan struktur di bawah permukan


Perolehan data sangat mahal baik akuisisi dan logistik dibandingkan dengan metode geofisika lainnya.
Dapat dipergunakan untuk membatasi kenampakan stratigrafi dan beberapa kenampakan pengendapan.


Reduksi dan prosesing membutuhkan banyak waktu, membutuhkan komputer mahal dan ahli-ahli yang banyak.
Respon pada penjalaran gelombang seismik bergantung dari densitas batuan dan konstanta elastisitas lainnya. Sehingga, setiap perubahan konstanta tersebut (porositas, permeabilitas, kompaksi, dll) pada prinsipnya dapat diketahui dari metode seismik.
Peralatan yang diperlukan dalam akuisisi umumnya lebih mahal dari metode geofisika lainnya.
Memungkinkan untuk deteksi langsung terhadap keberadaan hidrokarbon


Deteksi langsung terhadap kontaminan, misalnya pembuangan limbah, tidak dapat dilakukan.
            Berdasar kelemahan dan keunggulannya, maka metode seismik sangat baik digunakan jika dapat diperkirakan bahwa terdapat kontras kecepatan pada target yang diinginkan. Namun, mengingat bahwa suatu survei geofisika disamping keunggulan metode juga harus memperhatikan sisi ekonomisnya, maka pemilihan metode-metode yang cocok dari ‘segi ekonomis’ dan target menjadi sangat penting.

Perbandingan Seismik Bias dan Pantul

Keunggulan dan kelemahan metode seismik bias dan pantul adalah sebagai berikut.

Metode Bias
Metode Pantul
Keunggulan
Kelamahan
Keunggulan
Kelemahan
Pengamatan refraksi membutuhkan lokasi sumber dan penerima yang kecil, sehingga relatif murah dalam pengambilan datanya
Dalam pengukuran yang regional , Seismik refraksi membutuhkan offset yang lebih lebar Pengukuran seismik pantul menggunakan offset yang lebih kecil
Karena lokasi sumber dan penerima yang cukup lebar untuk memberikan citra bawah permukaan yang lebih baik, maka biaya akuisisi menjadi lebih mahal.
Prosesing refraksi relatif simpel dilakukan kecuali proses filtering untuk memperkuat sinyal first berak yang dibaca.
Seismik bias hanya bekerja jika kecepatan gelombang meningkat sebagai fungsi kedalaman. Seismik pantul dapat bekerja bagaimanapun perubahan kecepatan sebagai fungsi kedalaman
Prosesing seismik refleksi memerluakn komputer yang lebih mahal, dan sistem data base yang jauh lebih handal
Karena pengambilan data dan lokasi yang cukup kecil, maka pengembangan model untuk interpretasi tidak terlalu sulit dilakukan seperti metode geofisika lainnya.


Seismik bias biasanya diinterpretasikan dalam bentuk lapisan-lapisan. Masing-masing lapisan memiliki dip dan topografi.
Seismik bias  hanya menggunakan waktu tiba sebagai fungsi jarak (offset)
Model yang dibuat didesain untuk menghasilkan waktu jalar teramati.


Seismik pantul lebih mampu melihat struktur yang lebih kompleks
Seismik pantul merekan dan menggunakan semua medan gelombang yang terekam. Bawah permukaan dapat tergambar secara langsung dari data terukur
karena banyaknya data yang direkam, pengetahuan terhadap database harus kuat, diperlukan juga beberapa asumsi tentang model yang kompleks dan interpretasi membutuhkan personal yang cukup ahli.


sumber: http://elisa.ugm.ac.id

















Share:

METODE GEOMAGNET

Metode ini didasarkan pada pengukuran medan magnet bumi di permukaan bumi yang di bangkitkan inti bumi. Teori yang berkaitan dengan kemagnetan bumi adalah teori dinamo. Alat yang digunakan untuk mengukur medan magnet bumi adalah Earth magnetometer. Medan magnet bumi yang terukur merupakan akumulasi dari anomali magnetik, pengaruh dari medan magnet yang berasal dari core bumi dan berasal dari pengaruh ionosfer matahari.
Alat - alat yang digunakan antara lain
1. 2 set earth magnetometer
2. 1 unit GPS (Global Positioning System)
3. 1 rol meteran
4. Laptop yang di lengkapi dengan software Ms. Office 2007, surfer8, Mag2dc, dll
Dalam melakukan akuisisi data magnetik yang pertama dilakukan adalah menentukan base station dan membuat station - station pengukuran (usahakan membentuk grid - grid). Ukuran gridnya disesuaikan dengan luasnya lokasi pengukuran, kemudian dilakukan pengukuran medan magnet di station - station pengukuran di setiap lintasan, pada saat yang bersamaan pula dilakukan pengukuran variasi harian di base station.
Pengolahan data dilakukan dengan bantuan Ms. Office Exel.data yang diperoleh selanjutnya dikenakan beberapa koreksi antara lain koreksi IGRF untuk menghilangkan pengaruh medan yang berasal dari inti bumi dan koreksi variasi harian untuk menghilangkan pengaruh ionosfer matahari, sehingga rumus yang digunakan untuk mendapatkan anomali magnetik adalah
T = Tobs – TIGRF ± Tvh
Setelah diperoleh anomali magnetiknya kemudian diplot kedalam peta kontur anomali magnetik dengan bantuan surfer8. Medan anomali magnetik yang diperoleh masih terpengaruh oleh efek dangkal (regional) dan efek dalam (residual).
Tregional = Tanomali - Tresidual
kemudian dibuatkan kembali peta kontur medan regional dengan menggunakan surfer8. selanjutnya sumber anomali magnetik tersebut dimodelkan dengan menggunakan mag2dc.
Share:

Label

Recent Posts

Pages